61 Tahun Pangeran Ratu Surya Negara, Penjaga Akar Bangsa dari Sanggau

FOTO : Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, Drs H Gusti Arman, M Si didamping Ratu Suri Hj Sri Rahmawati dan putrinya [ ist ]

Pewarta/editor : SerY TayaN

SANGGAU – Gelombang ucapan selamat dan doa mewarnai hari ulang tahun ke – 61 Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, Drs. H. Gusti Arman, M.Si, pada Kamis [ 9/4/2026 ]

Perayaan milad kali ini bukan sekadar seremoni pribadi, melainkan bentuk apresiasi publik terhadap dedikasi Yang Mulia yang selama lebih dari enam dekade konsisten menjaga marwah dan pusaka leluhur di tanah Sanggau.

Peringatan hari lahir pimpinan tertinggi keraton ini menjadi simbol penguatan eksistensi adat sebagai identitas fundamental bangsa.

Pangeran Ratu Surya Negara, yang juga merupakan tokoh intelektual, diakui secara luas atas dedikasinya dalam menjaga marwah budaya di tengah arus modernisasi.

Di usianya yang kini memasuki 61 tahun, kepemimpinan beliau dianggap berhasil mempererat kerukunan antarumat beragama dan suku melalui pendekatan budaya yang inklusif.

Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat menyampaikan penghormatan atas kiprah beliau. Dalam berbagai narasi ucapan yang beredar, ditekankan eksistensi adat merupakan akar dari kekuatan bangsa.

“Eksistensi adat adalah akar bangsa. Terima kasih Yang Mulia telah menjadi penjaga akar tersebut di Sanggau. Semoga di usia 61 tahun ini, Yang Mulia semakin bijaksana dan terus menjadi pelita bagi masyarakat dalam bingkai adat budaya yang luhur,” ungkap salah satu poin penghormatan yang ditujukan kepada Raja Sanggau.

Selama masa kepemimpinannya di keraton, Gusti Arman dikenal konsisten memperjuangkan pelestarian situs sejarah dan ritual adat sebagai warisan turun-temurun.

Hal ini sejalan dengan visinya untuk menjadikan adat bukan sekadar seremonial, melainkan landasan moral bagi kehidupan bermasyarakat di Bumi Daranante (julukan Kabupaten Sanggau).

Peringatan milad ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Kabupaten Sanggau untuk tidak melupakan jati diri mereka.

Figur Pangeran Ratu Surya Negara dipandang sebagai sosok pelita yang menjaga cahaya tradisi tetap menyala, sekaligus menjadi pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kasta dan golongan.

Hingga saat ini, ucapan selamat dan doa terus mengalir bagi tokoh yang dikenal santun dan bersahaja ini, dengan harapan beliau terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin serta melestarikan peradaban luhur di wilayah Kabupaten Sanggau dan umumnya Kalimantan Barat. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version