Yayasan Trah Kesultanan Dikukuhkan, Siap Dorong Ekonomi dan Wisata Budaya Singkawang

FOTO : Para Raja dan Pengurus Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan berfoto bersama usai seremoni pengukuhan [ Urai Tomi ]

Pewarta : Urai Tomi | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

SINGKAWANG [ radarkalbar.com ] – Pengurus Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan periode 2026–2029 resmi dikukuhkan di Aula Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa pagi (6/6/2026).

Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh jajaran raja, sultan, pangeran, serta tokoh adat terkemuka dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat.

Sejumlah tokoh pemangku adat yang hadir di antaranya Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Kalbar sekaligus Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja, MH (Kerajaan Matan), serta Ketua Majlis Kerajaan Kalbar Pangeran Ratu Suryanegara Drs. H. Gusti Arman, M.Si (Kerajaan Sanggau). Hadir pula perwakilan dari Kerajaan Sintang, Kesultanan Sambas, Kerajaan Simpang, Kerajaan Landak, Sekretaris Majelis Kerajaan Kalbar, hingga perwakilan PUAN Melayu Kabupaten Mempawah.

Semenetara, dari unsur pemerintahan, Penjabat Wali Kota Singkawang yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Evan Ernanda, S.Kom., hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S.Pd., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua DPD MABM Kota Singkawang.

Sehari sebelum pelantikan, Pemkot Singkawang bersama panitia juga telah menggelar malam ramah tamah di Villa Bukit Mas, Senin (5/6/2026).

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Harian I, Golbar Aryanto, menegaskan bahwa yayasan ini dibentuk sebagai “rumah besar” bagi seluruh trah kesultanan.

Lembaga ini memegang misi strategis dalam merawat sejarah, mempererat tali silaturahmi antar-zuriat, serta mengamalkan falsafah “Adat Bersendikan Syarak”.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus terus digali, dikembangkan, dan dilestarikan. Melalui wadah ini, puak-puak Melayu berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, khususnya di Kota Singkawang,” ujar Golbar.

Golbar juga mengapresiasi status Singkawang sebagai kota paling toleran di Indonesia. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan toleransi agar situasi tetap kondusif, sehingga Singkawang semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala regional maupun nasional.

Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah yang menilai yayasan ini dapat menjadi mitra strategis dalam memajukan pariwisata berbasis budaya dan pendidikan sejarah lokal.

Senada dengan hal tersebut, para tokoh adat yang hadir mendorong agar generasi muda dari trah kesultanan tidak kehilangan jati diri di era modern.

Yayasan ini pun diamanatkan untuk segera menginisiasi program kerja konkret, mulai dari penyelenggaraan seminar sejarah, kegiatan sosial kebudayaan, hingga pemberian santunan bagi anak yatim internal trah.

Rangkaian acara yang sarat akan nuansa adat Melayu ini ditutup dengan prosesi makan bedulang. Tradisi makan bersama dalam satu talam ini menjadi simbol filosofis yang mendalam bahwa meski berasal dari berbagai cabang silsilah yang berbeda, seluruh keluarga besar kesultanan tetap berada dalam satu dulang dan satu marwah yang sama. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version