Penyerapan Banpres Karhutla Kalbar Tembus Rp13,16 Miliar, Pemprov Beberkan Rinciannya

FOTO : flyer capaian penggunaan dana banpres Pemprov Kalbar [ ist ]

Pewarta/editor : redaksi

PONTIANAK [ radarkalbar.com ] – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memacu penyerapan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 40 miliar untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanggulangan dampak kabut asap di wilayahnya.

​Hingga awal Oktober 2026, realisasi pencairan anggaran penanganan karhutla di tingkat Pemprov Kalbar telah mencapai Rp13,16 miliar atau sekitar 32,90 persen dari total pagu yang dialokasikan.

​Alokasi Anggaran Penanganan Karhutla Pemprov Kalbar

  • ​Insentif & Operasional Pemadaman: Rp2,97 miliar dialokasikan untuk insentif pemadaman darat dan metode suntik gambut, sementara Rp1,21 miliar guna operasional BBM, logistik, dan mobilisasi tim.
  • ​Layanan Kesehatan & Warga Terdampak: Rp2,89 miliar dikucurkan untuk bantuan medis (masker, obat, oksigen, vitamin), serta Rp2,54 miliar untuk operasional posko pengungsian, evakuasi, dan distribusi bantuan.
  • ​Sarana Prasarana & Logistik: Rp2,44 miliar dialokasikan untuk pengadaan alat pemadam, Rp595,21 juta untuk penyaluran air bersih, dan Rp496,5 juta guna mendukung relawan serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
  • ​Pemulihan Gambut: Program pemulihan ekosistem lahan gambut bekas terbakar masih tercatat belum menyerap pencairan anggaran pada periode laporan ini.

​Langkah taktis di lapangan mengintegrasikan kerja sama lintas instansi yang melibatkan BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinsos, PUPR, Perkim, serta jajaran TNI-Polri (Kodam, Polda, dan Lanud).

Penggunaan anggaran difokuskan pada tiga pilar utama: pemadaman darat dan pemadaman gambut, perlindungan warga terdampak ISPA, serta rencana pemulihan lingkungan pascabencana.

​Secara akumulatif, total alokasi Banpres karhutla untuk seluruh pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) di Kalimantan Barat menembus Rp 205 miliar berdasarkan Laporan Realisasi Kemendagri per 2 Oktober 2026.

Dari angka tersebut, total penyerapan di seluruh wilayah Kalbar baru menyentuh Rp36,00 miliar atau 17,56 persen.

​Pemprov Kalbar memastikan sisa anggaran sebesar Rp26,83 miliar akan terus disalurkan secara terukur, akuntabel, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan guna menekan risiko bencana ekologis berulang. [ Red/biz ]

Publisher : admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version