Proyek TPA Pontianak Rp 17,9 Miliar Disorot…!! Beton Mulai Retak, Kualitas Konstruksi Dipertanyakan.

FOTO : Beberapa bagian proyek TPA Pontianak yang mengalami kerusakan [ ist ]

Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

PONTIANAK – Proyek infrastruktur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Pontianak kini berada di bawah sorotan publik.

Pasalnya, pekerjaan jalan lingkungan dan sistem sanitary landfill senilai Rp 17,98 miliar tersebut ditengarai menunjukkan gejala kerusakan dini meski masa kontrak belum lama berselang.

Mengutip mediakalbatrnews.com jaringan radarkalbar.com, berdasarkan data yang dihimpun, proyek yang didanai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini dikerjakan oleh PT Borneo Indah Sejati dalam kurun waktu 78 hari kalender.

Namun, kecepatan pengerjaan tersebut kini memicu tanda tanya besar terkait kualitas material yang digunakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan struktur beton pada jalan lingkungan TPA sudah mulai mengalami keretakan. Temuan yang lebih mengkhawatirkan muncul pada struktur utama sanitary landfill, di mana terdapat penggunaan kayu sebagai penyangga sementara pada bagian tiang, sebuah metode yang dinilai tidak lazim untuk proyek skala miliaran rupiah.

“Secara teknis, fasilitas publik dengan beban kerja berat seperti TPA harus memiliki standar ketahanan tinggi. Penggunaan penyangga kayu pada struktur permanen tentu mengundang spekulasi mengenai profesionalisme pengerjaan,” ujar seorang sumber yang mengetahui detail proyek tersebut (3/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kota Pontianak belum merespons upaya konfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis ini.

Jika audit mendatang menemukan adanya kegagalan konstruksi atau penggelembungan anggaran, proyek ini berisiko besar menjadi kerugian negara sekaligus ancaman bagi stabilitas lingkungan di sekitar lokasi pembuangan sampah. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version