FOTO : Kondisi lapak pelaku UMKM yang hancur ditimpa portal besi (Hamzah)
Hamzah – radarkalbar.com
MEMPAWAH – Minggu malam, (1/2/2026) itu seharusnya menjadi penutup hari yang melelahkan bagi Salbiah.
Usai Adzan Maghrib berkumandang, perempuan pelaku UMKM di Sungai Pinyuh tersebut tengah merapikan dagangannya yang nyaris habis terjual di depan pintu masuk Komplek Patoka Sarana.
Namun, dalam hitungan detik, rutinitas sederhana itu berubah menjadi peristiwa yang meninggalkan luka dan duka.
Sebuah mobil Toyota Hilux hitam dengan nomor polisi KB 566 XY melaju dari arah jalan utama. Kendaraan yang membawa muatan di bagian belakang itu tetap melintas, meski sebuah portal besi telah terpasang melintang.
Tanpa disadari, muatan kendaraan tersangkut pada portal. Tiang besi pun terlepas, jatuh, dan menimpa Salbiah beserta meja dagangannya.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sontak berhamburan mendekat. Salbiah tergeletak dengan kondisi terluka, sementara suasana di sekitar lokasi berubah panik.
Ia segera dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Dokter Grace, tenaga medis yang menangani korban, membenarkan kondisi Salbiah saat tiba di puskesmas. Meski masih sadar, luka di bagian kepala cukup serius.
“Lukanya luas dan dalam di atas alis kanan, serta terdapat keretakan pada bagian tengkorak. Kami lakukan penanganan awal dengan jahitan sementara, lalu merujuk pasien ke RS Antonius Pontianak agar mendapatkan perawatan maksimal,” jelasnya.
Di halaman Puskesmas Sungai Pinyuh, tangis pecah. Keluarga, kerabat, hingga sesama pelaku UMKM tak kuasa menahan pilu saat Salbiah dibawa masuk ke ambulans.
Malam itu, ia harus meninggalkan lapak kecil yang menjadi tumpuan hidupnya, demi bertarung melawan rasa sakit di rumah sakit rujukan.
Hingga kini, identitas sopir Hilux yang menerobos portal masih belum dipastikan.
Namun, beredar informasi yang bersangkutan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas insiden yang menimpa Salbiah, seorang ibu rumah tangga yang selama ini menggantungkan penghidupan dari usaha kecil di Sungai Pinyuh.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang keselamatan di ruang publik, sekaligus meninggalkan keprihatinan mendalam bagi warga sekitar terutama mereka yang setiap hari berjuang mencari nafkah di tepi jalan. (RED)
editor/publisher : admin radarkalbar.com
