Gelap Gulita di Trans Kalimantan, Pemerintah Tak Boleh Tutup Mata, Pajak PJU Kemana?

FOTO : Ketua Harian Laskar Prabowo LP 08 Kalimantan Barat, Eddy Ruslan, BA (ist)

Tim liputan – radarkalbar.com

KUBU RAYA – Kondisi minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Jalan Trans Kalimantan menghubungkan Pontianak – Tayan Hilir dan jalur seterusnya kembali menjadi sorotan.

Sepanjang jalur jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya hingga Kabupaten Sanggau dilaporkan masih gelap pada malam hari, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Harian Laskar Prabowo LP 08 Kalimantan Barat, Eddy Ruslan, BA, menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Ia menyebut minimnya PJU di jalan nasional sebagai bentuk kelalaian yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan keresahan masyarakat.

Menurut Eddy, di sepanjang jalur utama hingga Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, hampir tidak ditemukan lampu penerangan jalan yang berfungsi secara optimal. Kondisi ini membuat pengendara harus melintas dengan jarak pandang terbatas, terutama pada malam hari.

“Ini bukan jalan lingkungan, melainkan jalan nasional yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan perekonomian. Namun kenyataannya, pada malam hari kondisinya gelap dan rawan,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).

Eddy juga menyoroti keberadaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang rutin dibayarkan masyarakat melalui tagihan listrik setiap bulan. Lantas, dia juga mempertanyakan akuntabilitas penggunaan pajak tersebut, mengingat fasilitas penerangan jalan belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Masyarakat sudah membayar pajak penerangan jalan. Tapi di lapangan, lampu jalan tidak berfungsi. Ini harus dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah,” tegasnya..

Dikatakan, minimnya penerangan tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga membuka peluang terjadinya tindak kriminal, khususnya di ruas jalan yang sepi, tikungan tajam, dan kawasan minim permukiman.

Atas kondisi tersebut, ia mendesak pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, untuk segera mengambil langkah konkret.

” Kami dinas terkait melakukan pengecekan langsung ke lapangan, sekaligus melakukan pemasangan dan perbaikan PJU di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. Dan kami mendesak pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera bertindak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” cetusnya.

Hingga berita ini dipostingkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai keluhan minimnya PJU di Jalan Trans Kalimantan.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penjelasan sekaligus solusi nyata agar ruas jalan nasional tersebut dapat dilalui dengan aman dan nyaman, terutama pada malam hari. (RED)

 

 

 

source : mediakalbarnews.com

editor/publisher : admin radarkalbar.com

Share This Article
Exit mobile version